Memang tidak mudah memunculkan suatu acara humaniora jejepangan di Salatiga. Para pecinta jepang di Salatiga sebenarnya banyak, namun tidak ada suatu wadah yang menampung mereka untuk berekspresi soal pengetahuan jejepangan yang mereka punya. Untuk pertama kalinya, di Salatiga tepatnya STiBA SW menyelenggarakan event japan festival pertama di kota ini yang bertemakan Shinshun no Kiseki. Arti dari Shinshun No Kiseki adalah keajaiban awal musim semi. Berharap memang ada keajaiban untuk eent ini. Dan itu memang ada. Jujur, memang tak semeriah kota semarang, solo ataupun jogja. Namun untuk event perdana ini Salatiga, cukup menguras pikiran dan tenaga para panitia penyelenggara. Mulai dari pencarian sponsor, mengundang pembicara seiyuu dan manga, surat tembusan untuk SMA dan SMK di saalatiga dan sekitarnya, dan masih banyak lagi. Namun semua usaha itu tidak sia-sia. Semua luar biasa. Sangat luar bisa. Dengan (sebisa mungkin) perencanaan yang matang, panitia membuat acara yang sekiranya memang diminati masyarakat Salatiga yang awam akan dunia jejepangan. Dan berikut adalah rentetan acara yang dibuat :

Seingat saya, saya mulai meninggalkan PS1 kelas 2 SMP (sekarang semester 4). Pada jaman itu, game yang paling terkenal seantero dunia dan membahana adalah :
